√ 4 Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula ( Cukup di Rumah ⟰ )

Iklim indonesia yang tropis sangat mendukung untuk melakukan budidaya jamur tiram atau budidaya jamur tiram putih. Pun saat ini, banyak sekali orang Indonesia yang sudah mulai menyadari untuk memulai bisnis budidaya jamur tiram. Kenapa? karena keuntungan budidaya jamur tiram sangat menggiurkan dan juga biaya yang tergolong murah untuk memulai dan kemudahannya untuk pemula adalah salah satu penyebab budidaya jamur sangat menjamur dan menjadi minat banyak orang saat ini. Ingin memulai usaha rumahan dalam skala kecil? Baca cara budidaya jamur tiram untuk pemula di artikel ini sampai habis, yuk!


Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Jamur tiram mempunyai nama latin Pleurotus ostreatus dan termasuk dalam golongan Basidiomycota. Jamur ini disebut jamur tiram karena terlihat dari bentuknya yang sangat mirip dengan kulit tiram, dengan warna putih dan bentuk setengah lingkaran. Pada alam bebas, jamur tiram putih umum ditemui pada batang batang kayu yang usianya mulai melapuk. Karena itu juga, jamur tiram sering juga disebut dengan sebutan jamur kayu.

Ada beberapa tahap dalam budidaya jamur tiram. Yang pertama ialah membuat media tanam dan melakukan inokulasi bibit jamur pada media tanam. Tahap kedua adalah mulai menumbuhkan miselium dan menjadi bagian buah jamur tiram.

Untuk pendatang baru, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara pengadaan, baglog yang siap tumbuh didapat dengan membeli dari pihak lain. Kemudian setelah usaha budidayanya berkembang dan volumenya banyak, baru mencoba membuat baglog sendiri.

Untuk pendatang baru dan pemulai, budidaya biasanya dilakukan dengan cara menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Untuk itu, baglog siap tumbuh dapat anda beli dari penjual atau pihak lain. Nah, ketika sudah berkembang usaha budidaya jamur tiram anda, silakan mencoba dan membuat baglog produksi sendiri.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Untuk Pemula di Rumah


Ada beberapa tahapan untuk melakukan budidaya jamur tiram putih, antara lain:

1. Menyiapkan Kumbung
2. Menyiapkan Baglog
3. Merawat Baglog
4. Panen Budidaya Jamur Tiram Putih

1. Menyiapkan Kumbung - Langkah Pertama Cara Menanam Jamur Tiram

cara budidaya jamur tiram di rumah
gambar rumah jamur tiram

Kumbung juga bisa dibilang sebagai rumah jamur tiram. Ini adalah tempat anda merawat baglog dan menumbuhkan jamur tiram. Kumbung adalah sebuah bangunan yang isinya berupa kumpulan rak untuk menaruh baglog. Bangunan ini harus mampu menjaga suhu dan juga kelembaban.

Biasanya, kumbung terbuat dari bambu ataupun kayu. Dinding kumbung terbuat juga dari gedek atau papan. Sedangkan ataup, biasanya dari genteng. Jangan pernah anda menggunakan atap asbes ataupun seng karena suhu dan sifatnya menyerap panas. Untuk lantai, jangan dilakukan plester supaya air yang digunakan untuk menyiram jamur dapat terserap dengan baik.

2. Menyiapkan Baglog - Langkah Kedua Cara Menanam Jamur Tiram

budidaya jamur tiram putih Untuk Pemula - baglog
gambar bibit jamur tiram

Baglog adalah sebutan untuk media tanam tempat anda menaruh bibit jamur tiram putih. Bahan utamanya adalah serbuk gergaji. Ini karena jamur tiram adalah jamur kayu, jadi serbuk gergaji sangat cocok sebagai media tanam. Baglog biasanya dibungkus dengan plastik dan mempunyai bentuk silinder dengan lubang pada salah satu ujungnya. Lubang inilah tempat dimana jamur tiram akan tumbuh dan menyembul keluar pada waktunya.

Pada skala besar budidaya jamur tiram organik, petani jamur akan membuat baglog sendiri. Tapi, untuk pemula lebih baik membeli baglog dari pihak lain. Ini bertujuan agar pemula tidak terbagi fokusnya dan hanya konsen terhadap usaha budidaya jamur tiram saja.

Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca-baca di google dengan mengetikkan: cara membuat baglog jamur tiram.

3. Merawat Baglog - Langkah Ketiga Cara Menanam Jamur Tiram

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula - gambar jamur merawat baglog

Ada dua cara menyusun baglog di rak, letakan secara vertikal dimana lubang ujung baglog hadap ke atas. Lalu secara horizontal, dengan ujung lubang baglog menghadap menyamping.

Kedua cara ini punya keunggulan dan kekurangan berbeda. Baglog dengan susunan horizontal lebih aman terhadap siraman air. Ketika penyiraman berlebihan, baglog tidak akan kebanjiran air. Pemanenan pun lebih mudah untuk dilakukan. Namun, baglog yang disusun secara horizontal lebih menyita ruangan. Untuk baglog susunan vertikal, sebaliknya.

4. Panen Budidaya Jamur - Langkah Terakhir Memanen Jamur Tiram

cara budidaya jamur tiram sederhana

Ketika baglog yang anda gunakan sudah tertutup permukannya secara sempurna dengan miselium, dalam kurun waktu satu hingga dua minggu jamur tiram putih akan terlihat tumbuh dan sudah dapat anda panen segera. Baglog jamur dapat anda panen kira kira lima hingga delapan kali jika perawatan yang anda lakukan baik dan benar. Baglog yang punya bobot 1 kilogram akan menghasilkan jamur kurang lebih 0.7 sampai 0.8 kilogram. Setelahnya, baglog bisa anda buang atau jadikan bahan pupuk kompos.

Ternyata, cara budidaya jamur tiram untuk pemula tidaklah terlalu sulit. Bahkan, budidaya jamur tiram putih sangat relatif aman dan cocok untuk pemula lakukan sebagai langkah awal berbisnis budidaya tanaman. Apakah anda tertarik mencobanya?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : √ 4 Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula ( Cukup di Rumah ⟰ )

0 komentar:

Posting Komentar